Lantai Dua Pasar Bastiong Belum Difungsikan, Mubin Sebut Pemkot Ternate Tak Usah Bermimpi

Ternate, Maluku Utara- Aset Pemerintah Kota Ternate berupa ruko di lantai dua pasar Bastiong dalam tiga tahun belakangan belum dimanfaatkan.

Berdasarkan pantauan Komisi II DPRD Kota Tenate disebutkan hampir 50 persen ruko tersebut tidak dimanfaatkan.

“Komisi II telah melakukan pemantauan di lapangan, ternyata hampir 50 persen ruko yang dibangun oleh Pemkot Ternate tidak dimanfaatkan,” kata Ketua Komisi II, Mubin A. Wahid saat diwawancarai Haliyora, Rabu (12/01/22).

Mubin mengatakan, di lantai dua pasar Bastiong sisi selatan terdapat 76 ruko tetapi yang dimanfaatkan hanya 50 buah. Di bagian tengah sebanyak 40 ruko yang tidak difungsikan. Sedangkan di sisi Utara ada 24 Ruko yang kosong.

BACA JUGA  Usulan Dana Pilkada dari KPU dan Bawaslu Tikep Diakomodir, Segini Besarannya

“Itu menunjukan bahwa pemerintah belum memanfaatkan secara maksimal aset yang dimiliki. Jadi solusinya pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk menata pasar Bastiong agar difungsikan. Tidak perlu bermimpi bangun pasar-pasar baru, karena yang ada saja belum bisa dimanfaatkan secara  menyeluruh,” tandasnya.

Menurut Mubin, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman harus turun dan mengecek secara langsung, sehingga benar-benar melihat kondisi objektif di lapangan.

“Jangan cuma sekedar mendapat laporan dan kemudian laporan tersebut dibiarkan begitu saja. Kalau Wali Kota turun secara langsung, saya rasa kebijakan-kebijakan akan segera diambil, karena melihat kondisi pasar yang begitu memprihatinkan. Pasar itu kan merupakan aset yang memberikan kontribusi besar ke depan bagi Pemkot Ternate,” ujarnya.

BACA JUGA  Tak Miliki Data, DPRD Ternate Batalkan Rapat dengan Dishub

Politisi PPP ini menegaskan, Pemkot harus menata kembali menagemen pengelola pasar.

Mubin menilai, selama ini kelihatannya pemerintah mengikuti budaya masyarakat. “Jadi selama ini pemerintah bukan mencipatakan budaya yang baik tetapi mengikuti budaya masyarakat yakni penjual mencari pembeli akhirnya penjual membludak di jalan-jalan dan terminal,” kesalnya. (wan-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah