Dibangun 2018, Gedung SD Inpres Sangowo Morotai Memprihatinkan

Morotai, Maluku Utara- Sejumlah guru SD Inpres Sangowo Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai keluhkan kurangnya fasilitas seperti mobiler untuk ruang belajar.

Sebagaimana disampaikan salah seorang guru yang enggan namanya dipublis mengatakan, gedung SD Inpres Sangowo dibangun pada Tahun 2018. Ada enam ruang kelas namun hanya tiga bisa difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar, sedangkan tiga kelas lainnya hingga sekarang tidak dapat difungsikan lantaran tidak miliki mobiler.

“Gedung ini dibangun pada tahun 2018. Ada enam ruang belajar, tapi hanya tiga ruang belajar (kelas) yang bisa difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar, tiga lainnya belum bisa digunakan karena tidak punya mobiler, bahkan beberapa bagian bangunan sudah rusak,” ungkapnya kepada Haliyora, Jum’at (08/10/2021).

BACA JUGA  Pelatih Taekwondo Morotai Sebut Benny Laos Lupa Janji, BL : Penting Mana, Olahraga Atau Rumah ?

“Butul, bukan hanya mobilernya yang kosong, jendela, pintu, plafon, dan lantai juga banyak yang sudah rusak, padahal gedung ini kalau tidak salah dibangun dengan anggaran sebesar Rp 1 miliar lebih dari DAK dan sudah 100 persen selesai,” timpal salah satu guru lainnya yang juga tidak mau menyebutkan identitasnya.

Menurutnya, sejumlah kerusakan bangunan yang baru selesai dibangun itu adalah kesalahan kontraktor. “Masa gedung yang baru dibangun kong sudah rusak. Berarrti ini kelalaian pihak kontraktor,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah via whatsApp, pada Jum’at (08/10/2021), Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dikjar Morotai Ujang Bagindo menjelaskan, pembangunan gedung SD Inpres Sangowo tersebut tidak satu paket dengan pengadaan mobiler. ”Jadi terpisah dengan pengadaan mobiler. Mobiler nanti diadakan bertahap,” jelasnya.

BACA JUGA  Seleksi Sekda Halsel : 3 dari 5 Calon Bakal Diserahkan ke Bupati

Untuk pengadaan mobiler sekolah, sambung Ujang, saat ini sedang dipersiapkan pengadaannya. ”Untuk mobuler, saat ini kita lagi persiapkan pengadaannya,” tambah Ujang.

Sementara terkait dengan kerusakan beberapa bagian gedung, Ujang menjelaskan, meski bangunan sudah selesai dikerjakan 100 persen, namun ada masa pemeliharaan, sehingga kerusakan tersebut akan diperbaiki, namun saat ini masih kekurangan anggaran. ”Perbaikannya kita rencana tahun ini sambil melihat kondisi keuangan,” pungkasnya. (Sugi-)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah