Sofifi, Maluku Utara- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba (AGK), pada Jum’at (10/09/2021), meninjau sejumlah pekerjaan proyek penunjang STQ Nasional.
Fasilitas pertama yang ditinjau AGK adalah Pembangunan Perumahan ASN III. Di sana didapati pekerjaan drainase belum selesai. Gubernur meminta kepada kontraktor agar segera diselesaikan. Kepada Gubernur, salah satu kontraktor memastikan semua pekerjaan ditargetkan selesai pada 30 Septembar 2021.
Dari Perumahan ASN III dan rumah kafilah, Gubernur melanjutkan peninjauan ke Masjid Raya Sofifi yang menjadi lokasi utama STQ.
AGK langsung masuk ke dalam masjid memantau pemasangan lift yang berada di sisi selatan masjid. “Lift ini kalau dia jadi berarti mesjid ini tambah bagus sekali,” puji AGK.
Dari situ, Gubernur AGK kembali meninjau pekerjaan pemasangan lift yang ada di sebelah Utara masjid. Pemasangan lift juga hampir selesai.
Pantauan Haliyora, saat melihat pemasangan lift yang sudah hampir rampung tersebut, AGK langsung menjelaskan progress pembangunan masjid kepada sejumlah piminan OPD yang menyertainya. Gubernur mengatakan pekerjaan pembangunan Masjid Raya Sofifi sudah hampir selesai.
“Jadi kalau sudah selesai pekerjaan masjid ini, saya akan sampaikan ke Pak Presiden untuk melakukan peresmian,” ujarnya.
Namun, di saat lagi terlihat santai mengobrol dengan para kepala dinas, tiba-tiba datang kontraktor pembangunan masjid melaporkan bahwa Sabtu besok (11/09/2021), pekerja akan mogok kerja karena upah kerjanya belum dibayar.
“Pa Gubernur, besok seluruh pekerja mau mogok kerja karena gaji mereka belum bayar,” kata kontraktor tersebut mengagetkan gubernur.
Mendengar penjelasan itu gubernur terlihat marah. ”Ngoni ini mangarti bagaimana, berdasarkan kesepakatan awal kan kerja dulu baru dibayar, ini pekerjaan so mo selesai kong barenti, kalau mo barenti, barenti sudah. Kadis PUPR, ngana kase tau pa dorang, kalau mau berenti kerja besok lebe bae barenti kerja sekalian,” ucap AGK dengan nada tinggi sambil berjalan menuju mobil.
Sementara, hendak dimintai komentarnya terkait kemarahan gubernur tersebut, kontraktor masjid raya tidak mau lagi menanggapi.
Di pihak lain, saat ditemui Haliyora, salah satu pekerja membenarkan ia dan teman-temannya akan mogok kerja lantaran upah kerja mereka belum dibayar,
“Kami mau mogok kerja karena upah kami belum dibayar. Kami kecewa dengan kontraktor yang tak bayar upah kami seperti kesepakatan awal. Jadi kami akan masuk kerja lagi setelah upah kami dibayar,” ujar pekerja yang tidak mau menyebutkan namanya itu. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!