Halsel, Maluku Utara- Saat berkampanye pada pilkada 2020 lalu, Usman-Bassam yang mengusung visi ‘Kembalikan Senyum Halsel’ berhasil memikat hati rakyat dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan untuk 5 tahun mendatang.
Pilihan mayoritas rakyat Halsel tak semata-mata pertimbangan hubungan emosional dengan Usman maupun Bassam. Jatuh hati rakyat ke Usman-Bassam karena janji dan program yang digelorakan saat kampanye dirasakan bisa memenuhi harapan mereka dibanding rivalnya.
Rakyat meyakini, Usman-Bassam yang didukung mayoritas partai politik tentunya punya basis jaringan dan koneksi yang kuat dengan sejumlah orang yang melingkar di seputaran kekuasaan Jakarta (Pusat).
Dengan demikian, janji Usman-Basam bakal memaksimalkan potensi yang dimilikinya termasuk koneksi yang kuat di ibu kota negara mendapat apresiasi dari rakyat. Rakyat yakin janji-janji kampanye Usman-Basam bakal mudah diwujudkan. Rakyat ingin Halsel maju, rakyat ingin sejahtera, pilihan yang objektif adalah Usman-Bassam Bupati Halsel.
Salah satu janji Usman-Basam yang mendapat apresiasi rakyat Halsel adalah bakal mendatangkan anggaran yang lebih bayak dari pemerintahan sebelumnya, APBD setiap tahun anggaran dijanjikan bakal meningkat pesat untuk membiayai sejumlah sarana, fasilitas publik dan kebutuhan masyarakat yang dirasakan sangat tertinggal dan terabaikan.
Dengan peningkatan APBD, Halsel bisa lebih maju, konektivitas daerah yang masih terisolasi bisa terbuka, mobilitas rakyat dan barang lebih mudah dan murah, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itulah salah satu janji kampanye Usman-Basam yang mampu menghipnotis rakyat di negeri Saruma.
Pada Selasa malam (27/7), Usman-Basam hadir bersama di gedung wakil rakyat (DPRD) Halsel menyodorkan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2022.
Rakyat menanti, menaruh harapan sesuai janji kampanye lalu, bahwa akan terjadi peningkatan anggaran signifikan dalam setiap tahun anggaran.
Dalam penyampaian KUA-PPAS RAPBD 2022 itu, digambarkan dengan rinci bahwa proyeksi pendapatan Halsel untuk tahun 2022 sebesar Rp 1.505.680.478.381, atau selisih sangat tipis dibanding APBD 2021 yakni 0,64 persen, dimana pada tahun 2021 pendapatan Halsel di kisaran Rp 1.496.890.336.744, hanya selisih Rp 8 miliar lebih.
Pertanyaan kemudian, apakah kenaikan yang hanya Rp 8 miliar pada RAPBD 2022 dibandingkan tahun 2021 bagian dari intervensi Usman-Bassam ?, ataukah memang siklus penganggaran yang biasanya berjalan dalam setiap tahun anggaran ?
Terkait dengan hal itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halsel, Aswin Adam mengatakan, kenaikan APBD 2022 sekitar 0,64 persen dibanding APBD 2021 adalah hal yang normal dan biasa terjadi dalam siklus tahun anggaran. Dia menjelaskan dengan selisih kenaikan Rp 8 miliar lebih tak ada intervensi apapun dalam kebijakan penganggaran, naik turunnya tergantung penerimaan negara.
“Iya estimasinya seperti itu bahwa anggaran pasti setiap tahun naik tetapi bisa saja nanti dikurangi tergantung penerimaan negara mencapai target apa tidak, kenaikan itu sudah biasa setiap tahun, kalo intervensi itu tarada,” tutur Aswin saat dihubungi Haliyora, Kamis, 29 Juli 2021.
Dengan begitu, politik anggaran Usman-Bassam yang dijanjikan belum tergambar pada RAPBD 2022, publik berharap di tahun-tahun mendatang Usman-Bassam bisa merumuskan kebijakan anggaran sesuai janji politik saat berkampanye pada pilkada lalu. (Asbar-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!