Halsel, Maluku Utara- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2021 sebesar Rp 81 miliar. Kini, setelah melampaui semester pertama 2021, capaiannya baru tercatat Rp 30 miliar lebih.
Itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halsel Aswin Adam saat diwawancarai Haliyora, Senin (12/7/2021)
“PAD Halsel tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp 81 miliar sekian, namun capaian semester pertama mulai Januari-Juni ini baru capai Rp 30 miliar sekian,” ungkap Aswin.
Menurut Aswin, kondisi Pandemi Covid-19 saat ini turut memperlambat capaian PAD pada semester I Tahun 2021. “Capaian PAD pada semester pertama ini belum maksimal sesuai target. Ini juga akibat pandemi covid-19. Pandemi salah satu faktor yang berdampak langsung terhadap pendapatan daerah,” terangnya.
Meski demikian, Aswin optimis capaian pada semester II akan lebih baik dan memuaskan. “Target capaian PAD pada semester I belum memuaskan, tetapi kami sangat optimis pada semester II nanti capaian target PAD akan lebih memuaskan,” ujar Aswin optimis.
Katanya, Pemda melalui Bappeda Halsel saat ini telah merancang Rencana Kerja (Renja) untuk persiapan pembahasan APBD Perubahan yang direncanakan digelar pada minggu pertama Agustus 2021.
“Rencana Kerja (Renja) itu sudah dibagikan kepada setiap SKPD untuk diisi kemudian diserahkan kembali ke Bappeda. Paling telat Senin besok (hari ini, red) semua SKPD sudah masukkan,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Aswin, terkait persiapan pengisian Renja Kerja(Renja) sudah hampir rampung disiapkan oleh masing-masing SKPD. “Apabila semua OPD sudah selesai mengisi Renja itu kemudian OPD akan menyampaikan ke Beppeda paling lambat terakhir pada Senin besok (Hari ini, red), setelah itu Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan pembahsan internal kurang lebih dua minggu, setelah itu baru dilakukan penyampaian KUA-PPAS ke DPRD pada minggu pertama bulan Agustus untuk dilakukan pembahasan,” akunya.
Ditambahkan, total APBD Halsel Tahun 2021 sebesar Rp 1,4 Triliun, dan hingga Juni 2021 serapannya sudah mencapai 50 persen.
“Namun ada sekitar 25 persen yang masuk agenda APBD Perubahan. ”Itu artinya ada 25 persen dari total APBD Rp 1,4 tiliun atau sekitar Rp 70 miliar lebih akan dikoreksi pada APBD Perubahan. Itu dimaksudkan untuk mendukung program Smar City yang harus masuk ke APBD Tahun 2021,” jelas Aswin. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!