Hasil Kajian Ambruknya Plafon Gamalama Modern Plaza : Ditiup Angin

Ternat, Maluku Utara- Plafon di ruang loby gedung Gamalama Modern Plaza ambruk pada Minggu (04/07/2021). Padahal, gedung tersebut baru selesai dibangun dan diresmikan oleh mantan walikota Ternate Almarhum Burhan Abdurrahman beberapa bulan lalu.

Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Risval Tribudianto kepada Haliyora mengatakan, plafon di lobi Gamalama Modern Plaza ambruk karena diterpa angin kencang. “Plafon itu ambruk karena faktor cuaca ekstrem. Plafon itu jatuh karena ditiup angin kencang,” kata Rival, Selasa (06/07/2021)

Katanya, timnya sudah melakukan kajian, mencari penyebab runtuhnya plafon Plaza Gamalama dengan melihat dari CCTV yang terpasang di sudut plafon.

Dikatakan, untuk mengetahui penyebab ambruknya plafon tersebut, pihaknya melibatkan BMKG Ternate mencari tahu penyebab dan hasilnya sudah dikeluarkan oleh BMKG

BACA JUGA  Ekspor Non-Tambang Maluku Utara Tumbuh Positif Awal 2026, Kerang Dara Tembus Pasar Thailand

Menurut BMKG Ternate, sambung Risval, pada Minggu (04/07/2021), terjadi   pertumbuhan awan kovektif  yang mengakibatkan cuaca buruk hujan dengan intensitas cuara hujan 9,6 mm hingga 12 mm dalam kondisi hujan menengah (sedang), dan angin kencang dari arah barat daya dengan kanaikan kecepatan angin 16 knot hinga 28 knot  dalam kejadian sangat ekstrem.

“Sesuai dengan data yang dirilis dari BMKG Kota Ternate  bahwa angin sangat kencang pada Minggu (04/07/2021), yang merusak plafon Plaza Gamalama Ternate,” ucap Risval.

Menurutnya, konstruksi tidak ada yang salah, semua sudah sesuai. ”Ini hanya faktor angin kencang saja. Itu berdasarkan kajian dan analisa tim,” katanya.

BACA JUGA  10 M Disiapkan Pemprov Malut Bangun Lab Uji Swab Covid-19

Risval menjelaskan, Plafon itu didesain menggunakan variasi atau trap pada sisi utara, sehinga ruang terbuka sangat besar membuat volume angin kencang masuk menerpa plafon. Karena ditiup angin terlalu kencang mengakibatkan plafon jatuh,” terangnya.

Dikatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan perbaikan dengan membuat perubahan kontruksi pada plafon agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Sekarang kita sudah perbaiki dengan melakukan perubahan konstruksi plafon supaya kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ditambahkan, ongkos perbaikan plafon sebesar Rp 30 juta. “Total biaya perbaikan plafon  sebesar Rp 30 juta,” pungkasnya. (Alfian-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah