Jembatan Patah jadi Tontonan Warga Pasca Banjir di Halut

Tobelo, Haliyora

Banjir di Halut pada Sabtu (16/01/2021) pekan lalu mematahkan jembatan Tiabo. Dinamakan Jembatan Tiabo karena dibangun diatas Sungai Tiabo.

Pasca banjir, jembatan Tiabo sontak menjadi populer. Banyak warga mengunjungi sekedar melihat rusaknya jembatan itu.

Pasalnya, rusaknya jembatan yang menghubungkan Loloda Urata dan Galela Utara dengan sejumlah kecamatan lain temasuk kota Tobelo di bagian Selatan sungai itu ikut terputus.

Warga dari dan ke Tobelo melalui jalur darat terpaksa harus menaiki rakit yang dibuat warga sekitar untuk menyeberangi sungai. Sehingga hampir setiap hari terlihat ramai di lokasi tersebut.

Banyak warga desa kecamatan lain juga mengunjungi lokasi jembatan Tiabo sekedar mengobati keingintahun mereka.

BACA JUGA  Jembatan Penghubung 3 Desa di Sula Ambruk, PUPRKP Tinjau Lokasi

Kini, Jembatan dan Sungai Tiabo seakan menjadi destinasi wisata baru di Halut. Padahal baru seminggu lalu luapan sungai itu menyebabkan banjir yang meluluh lantahkan pemukiman warga.

Seperti terlihat pada Jum’at (22/01/2021). Sejumlah warga berkunjung ke lokasi sungai Tiabo. Mereka datang dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan bukan saja orang dewasa, anak-anak juga ikut dibawa.

“Kami datang ke sini mau lihat langsung jembatan yang putus itu serta ingin melihat bagaimana orang menyeberangi sungai dengan rakit. Apa lagi menyeberangkan kendaraan dengan rakit. Rasa penasaran, jadi mau lihat langsung,” ujar salah satu pengunjung yang tidak mau menyebutkan namanya.

BACA JUGA  Ratusan Anak di Ternate Alami Stunting, Kadinkes : Menurun Dibanding Tahun Sebelumnya

Bukan hanya itu, rupanya timbunan pasir akibat banjir di sisi sungai juga menjadi daya tarik tersendiri, khususnya anak-anak.

Itu terlihat beberapa bocah dengan riangnya bermain di unggukan pasir-pasir itu. Sebagian malah membuat bola-bola kecil dari pasir dan saling melempar, kemudian membersihkan diri di air sungai yang sudah tenang. Bocah-bocah itu nampak sangat menikmati suasana.

Menjelang sore, para bocah itu dipanggil pulang. Mereka pun segera menyambar pakaian mereka yang telah dilepas waktu bermain pasir dan air kemudian menuju kendaraan masing-masing untuk pulang. (Fik-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah