Rapat DPRD Ternate dengan Diknas,  Sekolah Langgar Prokes Ditutup

Ternate, Haliyora

Komisi III DPRD Kota Ternate meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan terkait proses belajar tatap muka yang dibuka pada Senin, 16 November minggu lalu dalam Rapat yang digelar di Kantor DPRD, rabu (25/11/20).

Pasalnya, proses belajar tatap muka yang telah berlangsung hampir dua pekan kemarin, banyak mengalami kritikan dari berbagai pihak. Disebabkan, banyak orang tua murid tidak mematuhi protokol kesehatan saat mengantar anaknya ke sekolah, seperti tidak memakai masker dan membuat kerumunan.

Aggota komisi tiga DPRD Kota Ternate Junaidi Abdullah kepada Haliyora, Rabu (25/11), mengatakan bahwa proses belajar mengajar tatap muka diaktifkan oleh Pemerintah Kota Ternate berdasarkan status zona Covid-19 yang berubah dari zona orange ke rendah. Tapi bukan berarti hal tersebut kemudian mengabaikan protokol kesehatan.

BACA JUGA  Tekan Kerugian, DPRD Ternate Desak Perumda Ake Gale Tuntaskan Tiga Masalah Utama

Junaidi mempertanyakan, kinerja Dinas Pendidikan dalam mengatur teknis belajar mengajar tatap muka memasuki dua pekan ini. Dimana untuk penerapan protokol kesehatan setiap satu ruang kelas harusnya hanya diisi 10 siswa saja selama 2 jam belajar.

“yang terjadi malah sebaliknya, hal ini menjadi problem karena sekolah tidak patuh terhadap protokol kesehatan dan orang tua siswa juga sama,” cecarnya.

Lanjutnya, pihak Dinas Pendidikan dan sekolah harus bertanggung jawab mengatur kembali agar proses belajar mengajar tatap muka harus mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Dia berharap kepada orang tua murid agar menyerahkan semua tanggung jawab kepada pihak sekolah.

BACA JUGA  Pemda Morotai Proyeksikan Pendapatan Tahun 2025 Turun, Belanja Naik

“Kami DPRD juga akan terus melakukan pengawasan dalam proses belajar mengajar tatap muka, sampai status zona kembali berubah, dan sekolah juga salah satu indikator yang bisa menghentikan proses penyebaran Covid 19,” akunya.

Kadis Pendidikan Kota Ternate Ibrahim Muhammad  ketika didatangi haliyora usai rapat mengaku akan berusaha untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik pada proses belajar mengajar di tiap sekolah.

“Kalau ada sekolah yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan, maka saya tutup sekolah tersebut, dan mereka harus kembali belajar melalui daring. Ini bagi sekolah yang melanggar, tidak berlaku di semua sekolah,” tegasnya. (Sam-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah