Morotai, Haliyora
Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara dinilai kurang peduli terhadapa kegiatan-kegiatan siswa yang mengikuti iven nasional. Misalnya kontingen seniman Maluku Utara yang mengikuti iven nasional melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).
Seperti disampaikan Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah, Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Morotai, Jonatan kepada Haliyora, pada Rabu (25/11/2020). Jonatan menuturkan, setiap kegiatan nasional yang diikuti siswa Morotai mewakili Maluku Utara tidak pernah difasilitasi Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara.
“Dinas Pendidikan Provinsi tidak punya kepedulian sama sekali terhadap kegiatan siswa kita di tingkat nasional, padahal mereke ini membawa nama Maluku Utara di kancah nasional,” ujarnya.
Jonatan mengaku pada tahun lalu (2019) para siswa SMA 2 Morotai mengikuti iven seni di tingkat nasional mewakili Maluku Utara, pihak dinas pendidikan provinsi tidak memberikan fasilitas apapun sejak latihan persiapan hingga pergi dan pulang dari mengikuti kegiatan.
“Seluruh fasilitas berupa tiket pulang pergi, konsumsi dan akomodasi selama mengikuti kegiatan semua hasil patungan kita-kita di sini. Saya sampe iri hati melihat teman-teman dari Sulawesi dan daerah lain yang pemerintah daerahnya begitu memberi perhatian. Kami dari Maluku Utara seperti tidak punya pemerintah daerah saja, Bagimana mau tingkatkan minat dan bakat siswa, kalau dinas yang menanganinya saja tidak peduli,” keluhnya. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!