Bobong, Haliyora
Jelang hari H pencoblosan pada 9 Desember, tensi politik di Kabupaten Pulau Taliabu meningkat. Teror politik mulai nampak.
Seperti terjadi pada kampanye paslon nomor urut satu Muhaimin Syarif-Syafruddin Mohalisi (MS-SM) di desa Wayo, kecamatan Taliabu Barat, Selasa (24/11/2020). Saat kampanye berlangsung tiba-tiba warga dikejutkan dengan hujan batu kearah arena kampanye. Tak diketahui pihak mana atau siapa yang melakukan teror itu.
Amatan Haliyora, pada Selasa (24/11/2020) malam itu, hujan batu mengarah ke titik kampanye sesaat setelah acara kampanye dimulai. Untuk hujan batu hanya mengenai tiang dan tenda.
Lemparan batu terhenti sejenak, namun kurang lebih setengah jam kemudian lemparan bertubi-tubi terjadi lagi. Lemparan ke dua kalinya ini mengenai lengan dua orang warga yang mengikuti kampanye, dan mengakibatkan luka gores.
Meski mengalami teror, paslon MS-SM terlihat tidak panik dan biasa-biasa saja. Malah warga yang hadir dihimbau untuk tenang dan jangan panik serta tidak perlu menanggapi
Ketika menyampaikan pidato kampanye, calon Bupati Taliabu Muhaimin Syarif menandaskan, aksi pelemparan tersebut menandakan ada pihak merasa panik dan ketakutan mengalami kekalahan dalam pilkada.
“Mereka kampanye kita tidak ganggu, tapi giliran kita kampanye dorang ganggu, tapi tidak apa-apa, ini menunjukan kalau mereka sudah panik, dan ini juga pertanda kalau MS-SM sangat kuat dan akan menang,” tandas MS memotivasi. (Ham-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!