Langkah Gegabah Pemkot Ternate di Tengah Pandemi

Ternate, Haliyora

Pemerintah Kota Ternate mulai berlakukan belajar tatap muka seminggu yang lalu atau tepatnya Senin, tanggal 16 November 2020. Kebijakan ini diberlakukan seiring penurunan status covid-19 di Kota Ternate dari orange menjadi kuning.

Perlakuan belajar tidak se-normal biasanya, jumlah murid dibatasi dalam kelas, juga pembagian shift dengan durasi waktu belajar dipersingkat. Ini memang baru sebatas simulasi sesuai rekomendasi satgas Covid-19, sebagaimana pengakuan Kadis Pendidikan Kota Ternate, Ibrahim Muhammad.

Tetapi, kebijakan ini terbilang berani dan beresiko. Mengingat para siswa TK, SD dan SMP masih pada usia yang rentan, tak bisa dipastikan larangan selalu jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan akan efektif dilakukan anak-anak.

Dan, sehari setelah sekolah dibuka, atau tepatnya pada tanggal 17 November 2020, diumumkan tujuh orang kembali ditemukan positif, dua hari kemudian yakni pada tanggal 19 November, tambahan lagi empat kasus positif, serta ke-esokan harinya atau tepatnya jum’at 20 November dua orang lagi dinyatakan positif. Walaupun tidak setinggi beberapa bulan yang lalu. Ini menandakan bahwa Kota Ternate masih dalam ancaman Covid-19.

BACA JUGA  Permudah Pembuatan SIM, Satlantas Polres Halteng Hadirkan Layanan SIM Keliling 

Apalagi, pelaksanaan pilkada tengah berlangsung, sekalipun dilakukan dengan regulasi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat, tetapi fakta di lapangan sangat longgar dan beresiko terjadinya penyebaran Covid-19.

Sabtu, 21 November 2020, Kepala Bidang Operasi Satgas Covid-19, M. Arif Gani menyampaikan kemungkinan belajar tatap muka akan dihentikan kembali. Seiring dengan naiknya kembali status Ternate dari zona kuning ke zona orange.

Kepala Bidang Operasi Satgas Covid-19, M. Arif Gani

“Kemungkinan besar kita hentikan dulu kegiatan belajar tatap muka. Tidak apa-apa dihentikan, karena situasinya tidak memungkinkan lagi.” (M. Arif Gani)

“Hari ini kami akan ketemu dinas pendidikan, bicarakan soal status zona Ternate yang sekarang sudah naik menjadi orange lagi, menyusul kasus positif Covid-19 dalam  beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar kita hentikan dulu kegiatan belajar tatap muka. Tidak apa-apa dihentikan, karena situasinya tidak memungkinkan lagi. Toh belajar tatap muka ini sifatnya simulasi saja. Memang simulasi ini direncanakan hingga Desember, tapi sekarang status zona kembali naik ke orange jadi dihentikan dulu,” pernyataan ini keluar dari Arif saat diwawancarai wartawan Haliyora, Sabtu (21/11/2020).

BACA JUGA  Dua Pemuda Kasus Pengeroyokan di Halmahera Selatan Diringkus Polisi

Kebijakan Pemkot Ternate melalui Dinas Pendidikan ini merupakan langkah yang teramat berani di tengah pandemi. Idealnya, Pemkot Ternate tidak gegabah sekalipun status Ternate sudah pada zona kuning. Minimal menunggu hingga selesai pelaksanaan pilkada serentak yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2020.

Pemkot Ternate harusnya menyadari, dengan dibukanya sekolah tatap muka di tengah ancaman covid-19, sangat berpotensi memunculkan kluster baru atau penyebaran kembali covid-19. Apalagi pengakuan Kadis Pendidikan sebagaimana pantauannya, penerapan prokes masih sangat longggar pada simulasi belajar tatap muka, masih didapati siswa maupun orang tua siswa yang tidak ketat menjalankan prokes, ini sangat berbahaya dalam situasi pandemi.

Olehnya itu, dengan berbagai pertimbangan hendaknya Pemkot Ternate menunda dulu belajar tatap muka, hingga situasi benar-benar bisa dikendalikan…(Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah