Tak Punya Biaya, Bayi 6 Bulan Penderita Hidrosefalus Asal Morotai Tak Berdaya

Morotai, Haliyora

Abdul Karim bayi berusia enam bulan terlihat tidak seperti bayi pada umumnya.  Postur tubuhnya kecil dengan kepala besar dan mata seperti melolot. Abdul karim memang dilahirkan dengan kondisi tidak normal. Oleh dokter yang menangani kelahirannya di rumah sakit Umum Kabupaten Pulau Morotai memvonis Abdul Karim menderita penyakit Hidrosefalus.

Bacaan Lainnya

Hidrosefalus adalah penumpukan cariran dalam rongga jauh di dalam otak. Tumpukan cairan itu menekan otak dan dapat menyebabkan kerusakan otak. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan orang berusia lanjut.

Pada bayi penderita hidrosefalus ditandai dengan pembesaran kepala pada bayi. Itulah yang dialami Abdul Karim, bayi malang putra pertama pasangan Muammar Tayib dan Warnita Laha.

Menurut Warnita, ibu Abdul Karim, ketika dilahirkan dokter menyarankan agar Abdul Karim dirujuk ke rumah sakit yang dapat menangani penyakit yang diderita anaknya. Namun keterbatasan dana sehingga Warnita dan suaminya memilih membawa pulang Abdul Karim ke rumah dan mencari pengobatan alternatife (obat kampong).

“Waktu itu dokter menyarankan agar dibuatkan rujukan supaya kami bawa Karim ke rumah sakit yang dapat menagani penyakit anak kami, tapi kami tidak punya dana, karena biayanya sangat mahal. Akhirnya kami putuskan bawa pulang Karim ke rumah di Gita raja, kampung halaman suami,” cerita Warnita, Minggu (22/11/2020).

Kini setelah enam bulan berlalu, kondisi bayi Abdul Karim tidak berubah, malah kepalanya semakin membesar dan semakin lemah. Warnita dan suaminya tak dapat berbuat banyak, hanya pasrah dengan pengobatan alternatif dengan harapan Abdul Karim dapat tertolong.

Kabar penyakit yang diderita Abdul Karim, bayi enam bulan itu terdengar di telinga sejumlah alumni SMA Negeri I Morotai angkatan 2009, teman seangkatan Muammar ayah Abdul Karim. Mereka lalu berinisiatif menggalang dana untuk membantu pengobatan anak sahabat mereka itu.

Aksi kemanusiaan alumnus SMA Negeri I Morotai itu disampaikan kordinator alumni, Andi M. Rizki kepada Haliyora, Minggu (22/11/2020).

”Kami dengar kabar anaknya Muammar bernama Abdul Karim yang baru berusia enam bulan menderita penyakit hidrosefalus, tapi orang tuanya tidak mampu membiayai pengobatan anaknya, maka kami kontak teman-teman seangkatan untuk galang dana agar bisa bantu Muammar mengobati anaknya itu. Alhamdulillah, semua teman-teman seangkatan khususnya yang masih di Morotai ini tergerak dan berkumpul melaksanakan aksi kemanusiaan untuk Abdul Kari kini,” ujar Andi.

Andi berharap aksi mereka ini juga menyentuh rasa kepedulian dan kemanusiaan siapa saja untuk ikut membantu biaya pengobatan Abdul Karim yang tak berdaya itu.

“Mudah-mudahan siapa saja dapat tergerak hatinya untuk ikut membantu biaya pengobatan Abdul Karim. Dan semoga penyakit Abdul Karim dapat diangkat oleh Allah,” imbuhnya. (Tir-1)

Pos terkait