Dinas PUPR Malut Siapkan Rp 6 Miliar untuk Jalan TPA

  • Whatsapp

Sofifi, Haliyora.com

Lantaran menunggu pembangunan jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Desa Tabadamai Halmahera Barat yang hingga kini belum terealisasi, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyediakan tempat pembuangan sampah sementara di Kelurahan Guraping, Tikep.

Bacaan Lainnya

Lahan itu, dibayar Pemkot Tikep dengan anggaran sebesar Rp 200 Juta. Sebagaimana disampaikan Lurah Guraping, Rusdi Jamaludin kepada Haliyora.com, Selasa (22/9).

Rusdi mengungkapkan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 200 Juta untuk pembelian lahan.

“Itu dilakukan guna mengamankan sampah yang berada di daratan Oba Utara,” ujarnya.

Meski lahan tersebut telah dibayar Pemkot, namun hanya bersifat sementara sambil menunggu TPA yang di bangun oleh Pemprov Malut di Desa Tabadamai.

“Karena Pemkot Tikep sudah terbitkan SK satu minggu lalu, dan di dalam SK itu tempat sampah yang ada di Kelurahan Guraping hanya bersifat sementara, nanti akan diangkut buang ke TPA Regional di Desa Tabadamai kalau sudah jadi,” jelas Rusdi.

Senada dengan Lurah Guraping, Pemilik lahan Aswad Ahmad pun membenarkan hal itu. Ahmad mengakui, sebulan lalu dirinya menjual lahan tersebut kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dengan harga Rp 200 Juta.

“Karena saya kasihan torang mau buang sampah dimana. Tapi lokasi itu juga Pemkot sampaikan bahwa hanya sementara nanti TPA Provinsi so jadi baru dorang alihkan kasana,” tutur Ahmad.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku utara, Fachrudin Tukuboya menyampaikan, pembangunan TPA di Desa Tabadamai terkendala jalan. Namun, menurut informasi yang ia dapatkan, saat ini telah dianggarkan dalam APBD-Perubahan melalui Dinas PUPR Malut.

“Nanti kroscek Ke Kadis PUPR yang punya anggaran, tapi informasinya sudah masuk di APBD perubahan,” ucap Fachrudin.

Namun kata Fachrudin, selain jalan juga masih terdapat kendala administrasi, seperti Amdal dan izin tata ruang.

“Akan tetapi itu hanya bersifat administrasi, karena itu supaya dia fungsional, sebenarnya jalan yang utama,” tandasnya.

Pada kesempatan terpisah, saat dikonfirmasi Haliyora.com, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Malut Daud Ismail menjelaskan, jalan pada tempat pembuangan sampah yang berada di Desa Tabadamai sudah dimasukkan ke APBD perubaan sebesar Rp 6 Miliar. Namun pihak PUPR masih menunggu kepastian terkait status lahan di Desa Tabadamai tersebut.

Daud menjelaskan, sesuai informasi, status lahan tersebut masih milik penduduk setempat, karenanya, Dinas PUPR telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Malut.

Saat ini, kata Daud, Dinas Perkim dalam upaya untuk menuntaskan status lahan tersebut.

“Karena kewenangan untuk konfirmasi lahan itu kan ada di Perkim. Kalau misalkan tidak bermasalah ya torang (kami) langsung bangun,” pungkas Daud. (Andre-Pr)

Pos terkait