Dituduh APAK, Kadis Diknas Halsel Bakal Tempuh Jalur Hukum

Halsel, Haliyora.com

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Nurlela Muhammad, diduga Sunat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja sebesar 25.339.000.000 Rupiah di Tahun anggaran 2019 dan 2020.

Hal ini dibeberkan oleh puluhan massa aksi yang menamakan diri Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) saat melakukan demonstrasi di depan kantor Disdikbud Halsel, Jalan Usman Syah desa Amasing Kota kecamatan Bacan, selasa (22/9).

Koordinator Aksi, Said Alkatiri, dalam orasinya menyampaikan bahwa diduga ada pemotongan dana BOS Afirmasi sebesar Rp. 13.000.000 yang dilakoni Nurlela, sebagai Kepala Disdikbud Halsel. Pemotongan ini dilakukan kepada 275 Sekolah penerima BOS di Halsel.

“Kami tahu, seminggu yang lalu para kepala sekolah telah mengirim dana sebesar Rp. 1.000.000 per-Kepala Sekolah kepada kadis pendidikan Halmahera Selatan Nurlela Muhammad, diduga dana itu dipakai untuk kepentingan politik, kami pastikan dalam beberapa minggu kedepan para kepsek, kadis pendidikan dan oknum lain yang berperan dalam pemotongan akan kami polisikan, dan kami kawal hingga ke KPK,” tegas Said dalam orasinya.

BACA JUGA  4 Pimpinan OPD Buru Jabatan Sekda Halsel

Lanjutnya, Nurlela yang juga Isteri kedua Bupati Halsel Bahrain Kasuba, diduga telah menyalahgunakan dana BOS Afirmasi dan Kinerja selama tahun anggaran 2019 dan 2020, sebesar 25.339.000.000. rupiah. Dimana dugaan penyelewengan Bos Afirmasi tahun anggaran 2019, sebesar 6.792.000.000 rupiah dan dana BOS Kinerja senilai Rp. 2.047.000.000. Sementara untuk tahun anggaran 2020, BOS Afirmasi dan BOS kinerja sebesar 16.500.000.000. rupiah.

Orator lainnya, Juslan J. Latif, dalam orasinya meminta kepada Kejaksaan, Kepolisian dan Inspektorat agar segera mengaudit dan memeriksa Kepala Disdikbud Halsel Nurlela Muhammad karena diduga menjadi aktor pemotongan dana BOS Afirmasi dan Kinerja.

“Saudari Nurlela Muhammad tidak memiliki kemampuan dalam mengelolah Pendidikan, mengakibatkan hancurnya pendidikan Halmahera Selatan, Nurlela Muhammad mengendalikan dinas pendidikan Halsel, orientasinya hanya bisnis proyek melalui dana BOS,” sebut Juslan orator yang lain.

BACA JUGA  Bupati Sula Rombak Jabatan Strategis, Mantan Pejabat Taliabu Masuk Kabinet FAM-SAH

Demonstrasi APAK , ini juga mendesak Kepada DPRD Halsel agar membentuk Pansus guna mengusut tuntas dugaan penyelewengan dan Bos Tahun 2019 dan 2020.

Demonstrasi puluhan massa aksi dari APAK ini, mulai berkumpul di lapangan Merdeka depan kantor Disdikbud Halsel, Jalan Usman Syah desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, pukul 12.47. Wit. Puluhan massa aksi berorasi di depan kantor Disdikbud menggunakan satu mobil Pic Up yang dilengkapi sound system.

Terpisah, Kepala Disdikbud Halsel Nurlela Muhammad saat dikonfirmasi haliyora.com melalui whatsapp, mengelak jika dirinya yang menjadi otak pemotongan dana BOS di dua tahun anggaran seperti yang dituduhkan massa aksi APAK.

“Yang jelas tidak pernah ada. Tidak ada pemotongan sama sekali,” jawab Nurlela melalui pesan whatsapp.

Olehnya itu, kata Nurlela, pernyataan para pendemo dari APAK dianggap telah mencemarkan nama baiknya, sehingga hal ini akan dibawa ke jalur hukum. “Akan ada upaya hukum laporan pencemaran nama baik,”pungkasnya. (Asbar-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah