Menu

Mode Gelap

Kasus · 29 Okt 2018 19:01 WIT ·

Kepala Daerah Wajib Cuti Kampanye Pemilu, Caleg Petahana Tidak


					Kepala Daerah Wajib Cuti Kampanye Pemilu, Caleg Petahana Tidak Perbesar

Ternate, Haliyora.com

Menghadapi masa kampanye Pemilihan umum (Pemilu) Legilatif maupun Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, para kepala daerah utamanya yang menjadi tim kampanye atau fungsionaris partai politik peserta Pemilu 2019, diingatkan untuk mengajukan izin cuti saat mengikuti kampanye.

“Bagi kepala daerah baik gubernur, wakil gubernur, bupati dan walikota serta wakilnya, agar mengajukan izin cuti jika berniat mengikuti kampanye Pemilu nanti. Kecuali waktu kampanyenya dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu atau hari libur,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara (Malut), Muksin Amrin, SH MH.

Hal itu disampaikan Muksin saat menyampaikan paparannya dalam kegiatan Rapat Koordinasi Fasilitasi Metode Kampanye Pemilu 2019 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Malut di Ballroom Batik Hotel, Minggu (28/10/2018) siang, sebagaimana rilis yang diterima Haliyora.com.

Dikatakannya pula, untuk Gubernur dan Wakil Gubernur, izin cutinya diajukan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan hasilnya disampaikan pada KPU dan Bawaslu sehari sebelum pelaksanaan kampanye. “Sedangkan untuk Bupati, Walikota dan wakilnya, diajukan ke Gubernur. Dan wajib menyampikan ke KPU dan Bawaslu setempat sehari sebelum pelaksanaan kampanyenya,” ujar Muksin gamblang.

[artikel number=3, tag=”pemilu,bawaslu” ]

Lain halnya bagi para calon legislatif yang saat sedang menjabat wakil rakyat baik di DPD, DPR maupun DPRD. Dikatakan Muksin, mereka tidak wajib untuk mengajukan cuti untuk mengikuti kampanye. “Boleh saja ikut kampanye tanpa harus cuti bagi Caleg petahana,” jelasnya.

Meski demikian, Muksin mengingatkan bagi calon petahana agar tidak memanfaatkan waktu resesnya untuk berkampanye. “Salah satu fokus pengawasan kita nanti saat mereka (caleg petahana) melakukan reses. Nah, momentum reses ini harus murni hajatan selaku wakil rakyat. Jangan diisi dengan kampanye pencalonannya. Jika melanggar, tentunya akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Muksin.

Muksin juga mengingatkan peserta Pemilu 2019 agar dalam massa kampanye tidak diisi dengan kegiatan bagi-bagi hadiah atau doorprize. “Misalnya membuat kegiatan olahraga maupun kesenian. Nah, ini berpotensi terjadi pemberian. Itu bisa dikategorikan politik uang dan tentunya akan kami proses jika ada yang melakukannya,” pungkasnya. (red)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Pekan InI, Kasus Stadiun Kota Maba Dilimpahkan ke Pengadilan

15 Agustus 2022 - 08:35 WIT

Gegara Tapal Batas, Dua Desa di Sula Bentrok

14 Agustus 2022 - 11:45 WIT

Keberadaan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Proyek Puskesmas Sahu-Tikong ‘Ghoib’

13 Agustus 2022 - 11:08 WIT

Dua Kelompok Pemuda di Morotai Terlibat Bentrok, 2 Rumah Warga Rusak

13 Agustus 2022 - 07:51 WIT

20 Orang Napi di LPKA Kelas II Ternate Dapat Usulan Remisi

12 Agustus 2022 - 10:14 WIT

95 Napi Lapas Sanana Diusulkan Dapatkan Remisi HUT RI

12 Agustus 2022 - 07:36 WIT

Trending di Kasus
error: Content is protected !!