Karena itu, ia dengan penuh kerendahan hati meminta masyarakat membuka pintu maaf bagi almarhum.
“Oleh karena itu, dari keluarga saya memohon dengan kerelaan hati dan ketulusan hati, kiranya semua masyarakat yang ada di Kota Ternate dan di mana pun yang pernah berinteraksi dengan beliau dapat memberikan maaf yang sebesar-besarnya untuk beliau,” ungkap Sultan Tidore dengan mata berkaca-kaca.
Dalam suasana yang hening, Husain juga mengajak masyarakat untuk terus mengirimkan doa bagi almarhum jika suatu waktu teringat sosok Haji Bur.
“Kalau ada waktu-waktu terindah terlintas untuk mengingat, Allah memberikan ingatan kita kepada Haji Bur, maka selipkanlah sedikit doa untuk dikirimkan kepada almarhum,” tuturnya.
Sebelum mengakhiri wawancara, Sultan Tidore kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir memberikan penghormatan terakhir. Ia berharap seluruh umat kelak diberi akhir kehidupan yang baik.
“Akhirnya saya atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala merahmati dan melindungi kita semua. Kelak nanti suatu saat kita juga akan dipanggil oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Mudah-mudahan panggilan itu adalah panggilan yang baik, husnul khatimah di saat panggilan terakhir itu datang,” pungkasnya.
Almarhum Dr. H. Burhan Abdurahman, SH., MM., atau yang akrab disapa “Haji Bur”, masih melekat kuat di hati masyarakat Kota Ternate. Wali Kota Ternate ke-II yang menjabat selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2021 itu, tutup usia pada hari Minggu, 4 Juli 2021, di Makassar, Sulawesi Selatan, dan dimakamkan di daerah tersebut. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!