Galela, Maluku Utara – Kabut tebal abu vulkanik masih menyelimuti lereng Gunung Dukono ketika tim SAR gabungan menembus jalur berbatu menuju titik pencarian. Di tengah dentuman erupsi yang terus berlangsung, dua jenazah akhirnya ditemukan. Kondisinya mengenaskan.
Kedua korban diduga merupakan warga negara asing asal Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang saat erupsi Gunung Dukono menerjang kawasan pendakian pada Jumat (8/5/2026). Jenazah keduanya kemudian dievakuasi menuju RSUD Tobelo untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, mengatakan proses identifikasi masih dilakukan guna memastikan identitas kedua korban.
“Jenazah sudah dibawa ke rumah sakit di Tobelo. Di sana akan dilakukan proses identifikasi terhadap penemuan mayat tersebut. Dari hasil itu nanti akan diketahui apakah korban sesuai dengan target pencarian, yakni dua warga negara Singapura,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, proses identifikasi akan disesuaikan dengan fasilitas dan peralatan forensik yang tersedia di Maluku Utara. Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan tim di Makassar.
“Proses identifikasi tergantung alat yang dipakai. Kalau alat tersebut tidak tersedia di Maluku Utara, maka kami akan berkoordinasi dengan pihak di Makassar,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mengungkapkan kondisi jenazah mengalami kerusakan parah akibat hantaman material vulkanik saat erupsi terjadi.
“Jenazah saat ini masih berada di rumah sakit untuk diperiksa, karena kondisinya sudah tidak utuh lagi. Kemungkinan akan ada tindak lanjut melalui proses forensik untuk memastikan identifikasi korban,” katanya.
Menurut Piet, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah berkoordinasi dengan Polres dan Polda Maluku Utara terkait penanganan korban dan proses identifikasi lanjutan. “Kami sudah berkonsultasi dengan Polres dan Polda. Hari ini tim dari Polda juga akan turun, sehingga proses identifikasi sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Di tengah operasi pencarian, erupsi Gunung Dukono dilaporkan masih terus terjadi. Dentuman dari kawah aktif membuat tim SAR harus beberapa kali menghentikan pergerakan sebelum akhirnya mendekati lokasi korban.
Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menyebut proses evakuasi berlangsung sangat sulit karena material vulkanik terus dimuntahkan dari puncak gunung.
“Alhamdulillah hari ini pencarian membuahkan hasil sesuai prediksi dan keterangan para saksi. Korban diduga tertimpa material batu vulkanik,” ujar salah satu perwakilan Basarnas.
Ia mengatakan, tim SAR gabungan harus menunggu momen aman di tengah erupsi sebelum melakukan evakuasi terhadap para korban. “Evakuasi cukup sulit karena erupsi terus berlangsung, ditambah kondisi korban yang sangat mengenaskan,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kedua jenazah berhasil dibawa ke Posko Utama di Desa Mamuya sekitar pukul 18.30 WIT sebelum diberangkatkan menggunakan ambulans menuju RSUD Tobelo. Kondisi tubuh korban dilaporkan sudah tidak utuh akibat terjangan material vulkanik.
Sebelumnya, sebanyak 20 pendaki terjebak saat erupsi Gunung Dukono terjadi pada Jumat lalu. Dari jumlah tersebut, 17 orang berhasil selamat, sementara tiga lainnya dilaporkan hilang.
Tiga pendaki yang sempat dinyatakan hilang yakni Angel Krisela Pradita, warga Indonesia, serta dua warga negara Singapura bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27).
Operasi pencarian mulai membuahkan hasil pada Sabtu (9/5), ketika Angel ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sehari kemudian, tim SAR kembali menemukan dua korban lainnya yang diduga merupakan pendaki asal Singapura. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!