Dalam dua bulan terakhir, BI Maluku Utara juga telah melakukan pemetaan terhadap 10 kabupaten/kota untuk mengidentifikasi UMKM potensial yang dapat mengikuti program tersebut.
Melalui pendekatan ini, BI menargetkan pendampingan yang lebih terarah, mencakup penguatan kapasitas usaha, kelembagaan, serta peningkatan produktivitas dan inovasi. Selain itu, akses pembiayaan juga terus didorong guna mempercepat pertumbuhan UMKM.
“Dengan pendampingan yang tepat, kami optimistis UMKM Maluku Utara dapat meningkatkan daya saingnya, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” ujar Handi. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!