Daruba, Maluku Utara – Kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoreng wajah demokrasi. Seorang wartawan media online menjadi korban dugaan pemukulan oleh ajudan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat menjalankan tugas peliputan.
Insiden itu terjadi di sela Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Maluku Utara yang digelar di Bela Hotel, Ternate, Minggu, 12 April 2026. Korban, Afandi Atim alias Afan dari Haliyora.id, diduga dipukul saat mencoba melakukan wawancara cegat terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.20 WIT di pintu keluar Gamalama Ballroom. Saat itu sejumlah jurnalis tengah menjalankan praktik doorstop, metode wawancara cepat yang lazim dan sah dalam kerja jurnalistik. Namun situasi mendadak memanas ketika seorang ajudan diduga bertindak represif.
Selain Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate, kritikan keras juga datang dari Aliansi Jurnalis Morotai (AJM). Ketua AJM, Mikram Duwila, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut kekerasan terhadap wartawan bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman serius terhadap kebebasan pers.
“Kami ikut merasakan sakit atas tindakan kekerasan itu. Ini bukan hanya soal individu wartawan, tapi serangan terhadap kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang,” ujar Mikram dalam pernyataan tertulis, Senin (13/4/2026).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!