Wagub Malut Tekankan Koordinasi dan Kedamaian Hadapi Situasi di Halteng

Sofifi, Maluku Utara – Ketegangan yang sempat muncul antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpope, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, menjadi pengingat bahwa harmoni sosial membutuhkan kesadaran bersama untuk terus dijaga.

Di tengah situasi yang sempat menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengajak seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, terlebih menjelang momentum perayaan Paskah.

Menurutnya, suasana keagamaan yang sakral seharusnya menjadi ruang refleksi untuk memperkuat persaudaraan, bukan justru memperuncing perbedaan. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama yang belum jelas kebenarannya.

BACA JUGA  Inflasi Melandai Maluku Utara pada Januari 2026, Ini Pemicunya

“Segala sesuatu yang terjadi di masyarakat, kami berharap dapat dikoordinasikan dengan pihak keamanan dan aparat negara, agar kita bisa saling melindungi dan menguatkan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Sarbin menekankan bahwa menjaga ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan fondasi utama dalam kehidupan sosial di Maluku Utara yang majemuk.

Dalam konteks itu, ia mengajak masyarakat di Kabupaten Halmahera Tengah maupun wilayah lain seperti Halmahera Utara untuk tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga kebersamaan.

BACA JUGA  Terjerat Kasus Dugaan Rudapaksa, Oknum Anggota DPRD Sula Mangkir dari Panggilan Polisi

“Mari kita menjaga persatuan dan kesatuan. Ini adalah keniscayaan sekaligus kewajiban bersama,” katanya.

Seruan tersebut menjadi penting, terutama di tengah dinamika yang terjadi, agar masyarakat tidak terjebak dalam arus informasi yang dapat memicu kesalahpahaman. Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang kuat, suasana damai diharapkan tetap terjaga.

Di Maluku Utara, nilai kebersamaan telah lama menjadi kekuatan dalam merawat keberagaman. Momentum Paskah pun diharapkan menjadi pengingat bahwa kedamaian selalu dimulai dari sikap saling menjaga, baik dalam kata, tindakan, maupun cara menyikapi perbedaan. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah