Ternate, Maluku Utara – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,86 persen pada Januari 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,71.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, menjelaskan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas di Maluku Utara pada Januari 2026 secara umum menunjukkan tren kenaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Ternate, inflasi y-on-y tercatat meningkat dari IHK 106,53 pada Januari 2025 menjadi 111,71 pada Januari 2026.“Selain inflasi tahunan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Januari 2026 serta inflasi year to date (y-to-d) terhadap Desember 2025 tercatat sebesar 1,48 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, inflasi y-on-y tersebut dipicu oleh kenaikan indeks harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi tertinggi sebesar 12,14 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,13 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,05 persen.
Selain itu, inflasi juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,52 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,14 persen; kelompok transportasi sebesar 1,35 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,24 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,92 persen; serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen.
“Sementara itu, dua kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi, yakni kelompok pendidikan sebesar 19,86 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!