Sering Terjadi Kebakaran di Sofifi, Damkar Malut Beri Edukasi ke Warga: Jangan Abaikan Api Kecil

Sofifi, Maluku Utara – Dua peristiwa kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di Ibu Kota Provinsi Maluku Utara menjadi pengingat bahwa api kecil bisa berubah menjadi bencana besar jika diabaikan.

Di tengah cuaca yang kian panas, Bidang Kebakaran Satpol PP Maluku Utara turun langsung ke masyarakat di Sofifi untuk mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Sosialisasi ini dilakukan menyusul kebakaran yang melanda Desa Akekolano dan Gorojou, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Bidang Kebakaran Satpol PP Maluku Utara, Lutfi Hamid Tjan, menyampaikan bahwa risiko kebakaran meningkat seiring kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, masyarakat, terutama para pedagang di kawasan Pasar Galala diminta lebih berhati-hati dalam aktivitas sehari-hari.

“Hal-hal sederhana seringkali menjadi pemicu utama kebakaran, seperti listrik yang dibiarkan menyala, puntung rokok, atau kompor yang tidak dimatikan,” ujar Lutfi, Kamis (9/4/2026).

BACA JUGA  PLN Goes To School Sasar 3 Sekolah di Papua, Gaungkan Semangat Transformasi dan Edukasi Kelistrikan kepada Pelajar

Dalam sosialisasi tersebut, warga diingatkan untuk mematikan aliran listrik saat meninggalkan tempat usaha, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan peralatan memasak benar-benar aman sebelum ditinggalkan. Instalasi listrik juga perlu diperiksa secara berkala, termasuk menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk yang berisiko menimbulkan korsleting.

Tak hanya itu, setiap kios atau tempat usaha dianjurkan memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan jika terjadi kebakaran.

Lutfi menekankan pentingnya respons cepat dalam tiga menit pertama saat api mulai muncul. Dalam kondisi tersebut, warga diharapkan tetap tenang, segera memadamkan api kecil dengan alat sederhana, serta meminta bantuan orang di sekitar sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran.

BACA JUGA  Pemprov Maluku Utara Terima Hibah 4 PLTS dari Kementerian ESDM

Namun, ia juga mengingatkan satu hal yang kerap luput di tengah situasi darurat: kecenderungan merekam kejadian. “Sering kali orang fokus mengambil video, padahal yang dibutuhkan adalah aksi cepat untuk membantu memadamkan api,” katanya.

Menurut Lutfi, kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci untuk mencegah dan menangani kebakaran agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Ini soal kemanusiaan. Semua pihak harus terlibat, tidak bisa hanya mengandalkan pemadam kebakaran,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya risiko akibat cuaca panas, pesan itu terasa sederhana, namun mendesak: kewaspadaan adalah garis pertahanan pertama. Sebab, dari api kecil yang dibiarkan, kerugian besar bisa tak terhindarkan. (RS)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah