Proyek MTS Rp 1 Miliar di Sula Tuntas 100 Persen, Pembayaran Mandek: Pengusaha Lokal Tercekik Utang

Rizki menilai, jika persoalan ini terus dibiarkan, bukan hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga mengancam keberlangsungan usaha kecil di daerah.

“Kalau tidak segera dibayar, usaha kami bisa tutup. Kami ini kerja, bukan minta-minta,” ucapnya.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan dalam proyek pembangunan MTS tersebut. Sebelumnya, proyek ini sempat terhenti akibat pemalangan oleh pihak yang menuntut pembayaran material dan upah kerja.

BACA JUGA  Alasan Anggaran, Tak Ada Perda yang Disahkan DPRD Taliabu pada Tahun 2020

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor, M Taufik Tukoboya, belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil karena nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

Minimnya respons dari kontraktor maupun pihak pengawas proyek menimbulkan pertanyaan serius tentang akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Di sisi lain, pemerintah melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Maluku Utara juga belum memberikan penjelasan resmi terkait polemik ini.

BACA JUGA  Wanita Paruh Baya di Sula Hilang Diduga Diterkam Buaya, Tim SAR Ungkap Fakta Terbaru

Proyek boleh saja selesai di atas kertas, tetapi bagi pelaku usaha kecil seperti Rizki, keadilan belum benar-benar dibangun. (RMT/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah