Bertambahnya jumlah pelanggan itu dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas pendapatan perusahaan.
Ia menambahkan, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 1.000 pelanggan baru setiap tahun atau rata-rata 100 pelanggan setiap bulan. Namun target tersebut tidak selalu tercapai karena bergantung pada minat masyarakat untuk memasang sambungan air.
“Dalam setahun target penambahan pelanggan sekitar seribu, dan dalam sebulan sekitar seratus. Tapi itu kadang tidak mencukupi karena tergantung minat masyarakat untuk pasang air,” ujarnya.
Selain faktor minat pelanggan, keterbatasan jaringan pipa juga menjadi tantangan dalam memperluas layanan.
Menurut Fadli, hingga saat ini perusahaan belum mendapatkan dukungan penambahan jaringan pipa yang signifikan. Jika infrastruktur tersebut tersedia, jumlah pelanggan berpotensi meningkat lebih cepat.
“Kalau ada bantuan penambahan jaringan pipa, kami bisa targetkan peningkatan pelanggan lebih dari seribu dalam setahun,” katanya.
Untuk tahun 2026, Perumda Ake Gaale masih memasang target pendapatan yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp 70 miliar. “Target pendapatan tahun ini juga masih sama dengan 2025, sekitar Rp 70 miliar lebih,” kata Fadli. (RFN/Tim)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!