Ia menjelaskan, khusus utang Rp 18,1 miliar tersebut, pemerintah daerah dapat melakukan pembayaran dengan mekanisme mendahului perubahan APBD, sehingga pembayaran dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Yang Rp 18 miliar itu bisa dibayarkan dengan mendahului perubahan APBD. Secara teknis, dalam waktu dekat sudah bisa diselesaikan,” jelasnya.
Rizal menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, nilai hutang bawaan Pemkot Ternate tahun ini tergolong relatif kecil. Pada periode sebelumnya, utang bawaan bahkan sempat mencapai sekitar Rp 60 miliar.
“Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai Rp 60 miliar, hutang bawaan tahun ini hanya sekitar Rp 18 miliar. Ini relatif sangat kecil,” paparnya.
Dengan kondisi tersebut, ia optimistis pengelolaan belanja daerah ke depan akan semakin berimbang dan terkendali, sehingga berdampak positif terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan di lapangan.
“Kami mendorong semangat belanja yang lebih proporsional agar kegiatan di lapangan dapat berjalan lebih maksimal,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!