Dari aspek pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Utara tahun 2025 tercatat sebesar 72,52, menunjukkan peningkatan yang konsisten. Pada periode yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 4,55 persen, sementara angka kemiskinan menurun menjadi 5,81 persen per Maret 2025. Rasio ketimpangan pendapatan juga terjaga pada angka 0,299, mencerminkan distribusi pendapatan yang relatif terkendali.
“Di sektor pendidikan, Pemprov Maluku Utara merealisasikan Program Pendidikan Gratis (PPG) dengan capaian 96,45 persen, menjangkau 68.512 siswa di 467 sekolah, dengan total anggaran lebih dari Rp 31 miliar. Selain itu, Program Beasiswa Maluku Utara Bangkit telah menjangkau 540 mahasiswa pada 22 perguruan tinggi, dengan total bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 1,46 miliar,” papar Gubernur Sherly.
Sementara di bidang kesehatan, Pemprov Maluku Utara terus memperkuat Program Layanan Kesehatan Gratis (PLKG) yang ditandai dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 101,01 persen. Hingga pertengahan Desember 2025, lebih dari 475 ribu jiwa telah menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih diperlukan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting yang di beberapa kabupaten/kota masih menunjukkan fluktuasi.
Pada sektor perumahan dan infrastruktur sosial, Pemprov Maluku Utara telah merealisasikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Dapur Sehat kepada 625 kepala keluarga di tujuh kabupaten/kota.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!