Sofifi, Maluku Utara – Provinsi Maluku Utara kini mematok target besar untuk menempatkan diri sebagai tiga besar nasional dalam sektor hilirisasi kelapa. Target ini ditegaskan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat membuka Focuss Group Discussion (FGD) Sinergi Hilirisasi Kelapa dan Reforma Agraria yang digelar di Muara Hotel, Kamis (27/11/2025).
Gubernur Sherly menyampaikan, Maluku Utara selama ini dikenal sebagai daerah hilirisasi nikel dan emas. Namun, dibalik itu provinsi ini juga memiliki potensi besar sebagai produsen kelapa ke-4 terbesar di Indonesia.
Menurut data yang disampaikan Gubernur, produksi kelapa di Malut saat ini mencapai 6 juta butir per hari atau sekitar 1,8 miliar butir per tahun. Bahkan, angka itu diproyeksikan bisa meningkat hingga 3 miliar butir per tahun jika produktivitas dan program peremajaan kebun kelapa berjalan optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama ini kelapa hanya dipanen dan dikirim mentah. Nilai tambahnya terbang keluar Maluku Utara, sementara masyarakat desa tidak mendapatkan harga yang berdaulat. Ini yang harus kita ubah mulai hari ini,” tegas Sherly.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









