WALHI Desak Pemerintah Cabut PSN di Maluku Utara dan Menolak Relokasi Perkampungan

- Editor

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WALHI Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Maluku Utara, Kamis (27/11/2025). Aksi WALHI ini terkait aktivitas pertambangan di Maluku Utara.

WALHI Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Maluku Utara, Kamis (27/11/2025). Aksi WALHI ini terkait aktivitas pertambangan di Maluku Utara.

Sofifi, Maluku Utara – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Eksekutif Maluku Utara menyatakan sikap tegas terhadap kerusakan lingkungan yang semakin masif di wilayah tersebut akibat aktivitas industri pertambangan nikel. 

Melalui keterangan tertulis pada Kamis (27/11/2025), Direktur WALHI Maluku Utara, Faisal Ratuela, mendesak pemerintah untuk mencabut Program Strategis Nasional (PSN) yang dinilai telah memperparah kondisi ekologis dan sosial masyarakat di Pulau Obi dan Weda.

BACA JUGA  OJK dan Ratu Maxima Sepakati Pengembangan Program Financial Health di Indonesia

Faisal menegaskan bahwa masyarakat terdampak bersama jaringan solidaritas terus memperjuangkan ruang hidup mereka yang semakin tergerus oleh ekspansi industri tambang. Menurutnya, janji kesejahteraan yang disuarakan korporasi dan oligarki tidak terbukti, malah menimbulkan kemiskinan baru serta menghancurkan ekosistem lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korporat datang dengan iming-iming kesejahteraan, tapi industri tambang justru melahirkan kemiskinan dan merusak tata ekologi kampung kami,” ujarnya.

BACA JUGA  Miliaran Rupiah Dirogoh Purbaya ke Eks Gubernur Malut, Ini Sumbernya

Ia menggambarkan bahwa hutan-hutan di Halmahera, termasuk Akejira, kian terdesak oleh aktivitas ekskavator perusahaan seperti PT IWIP, sementara suara alam tergantikan oleh deru mesin smelter dan PLTU milik Harita Nickel.

Penulis : Samsuddin

Editor : A. Achmad Yono

Berita Terkait

‘Work From Home’ Berlaku, Kantor Walikota Ternate Lengang: Ini Kata Tauhid
Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif
Audit Semester II, Pemkot Ternate Diberi Tiga Catatan Penting dari BPK Malut
Abdillah Kamarullah Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Halmahera Selatan
Realisasi Fisik DKP Halsel 2025 Tuntas 100 Persen, Kadis: Kami Jadikan Bahan Evaluasi untuk Program Mendatang
Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi
Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku Terus Pantau Distribusi Minyak Tanah di Morotai
Pulau Morotai Dapat Bantuan Fasilitas Kesehatan dari Kemenkes
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:35 WIT

‘Work From Home’ Berlaku, Kantor Walikota Ternate Lengang: Ini Kata Tauhid

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:26 WIT

Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:15 WIT

Audit Semester II, Pemkot Ternate Diberi Tiga Catatan Penting dari BPK Malut

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:06 WIT

Abdillah Kamarullah Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Halmahera Selatan

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:08 WIT

Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi

Berita Terbaru

Sekkot Ternate, Rizal Marsaloy.

Headline

Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif

Kamis, 15 Jan 2026 - 20:26 WIT

error: Konten diproteksi !!