Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Sula yang turut membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. “Terima kasih kepada Kapolres Sula dan jajaran yang telah membantu di lapangan sehingga kemacetan di jalan utama dapat terurai dengan baik,” tambahnya.
Diketahui, jembatan darurat tersebt ambruk akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Senin (24/11) pagi sekitar satu jam.
Kepala Desa Bega, Darwin Fatmona, membenarkan kejadian itu. “Ia benar jembatan darurat yang dibangun beberapa waktu lalu kembali ambruk, saat ini belum juga diperbaiki,” ungkapnya.
Akibat ambruknya jembatan tersebut, kemacetan panjang terjadi di jalan utama Desa Bega. Kendaraan dari arah kota menuju Sula Timur dan Sula Selatan tidak bisa melintas, begitu pula sebaliknya. “Antrian panjang juga saat ini terjadi di Desa Bega. Mobil dari jalur kota mau melintasi jalur Sula Timur dan Sula Selatan tidak bisa lewat, begitu pun sebaliknya,” jelas Darwin.
Warga bernama Sulis yang melintasi jalur itu mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan karena akses terputus dan penumpang harus berpindah kendaraan.
“Kita harus pindah lagi mobil dari kota ke desa kami. Tentu kami harus membayar ongkos tambahan. Kami berharap kondisi ini kembali pulih. Kepada instansi terkait baik BPBD maupun Balai bisa secepatnya diselesaikan,” ujarnya. (RMT/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!