Ia menambahkan bahwa 68 persen dari total belanja daerah tahun 2026 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mencerminkan kebijakan fiskal yang inklusif dan berorientasi pada hasil.
Ahdad kemudian memaparkan tren belanja publik tiga tahun terakhir. Tahun Anggaran 2025, total belanja Rp 793,01 miliar, dengan belanja operasi sektor publik Rp 500,9 miliar dan belanja pegawai Rp 251,55 miliar. Subsidi, hibah, dan bansos mencapai Rp 6,34 miliar, sisanya untuk belanja modal.
Tahun Anggaran 2024, total belanja Rp 951,26 miliar, belanja operasi Rp 587,6 miliar, belanja pegawai Rp 261,90 miliar, bansos Rp 270 juta, hibah Rp 33 miliar, subsidi Rp 3 miliar, dengan belanja modal yang dominan untuk pembangunan infrastruktur.
Tahun Anggaran 2023, total belanja Rp 872,6 miliar, belanja operasi Rp 488,9 miliar, belanja pegawai Rp 241,65 miliar, bansos Rp 720 juta, subsidi Rp 3,44 miliar, dan hibah Rp 343 juta. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!