Pemkab Morotai Pastikan APBD 2026 Fokus Sejahterakan Warga

Meski demikian, Pemda Morotai tetap memprioritaskan belanja yang berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok rentan. Menurutnya, indikator keberpihakan ini terlihat jelas dalam struktur belanja KUA-PPAS 2026 yang telah diajukan ke DPRD.

“Dari total belanja Rp 754,58 miliar, sebesar Rp 509,62 miliar dialokasikan untuk belanja operasi, yang mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja subsidi, serta belanja hibah. Sementara itu, belanja bantuan sosial yang ditujukan melindungi masyarakat rentan mencapai Rp 21,79 miliar, angka ini tertinggi sejak Morotai menjadi kabupaten,” ungkapnya.

BACA JUGA  Edarkan Narkoba, Lima Pemuda di Ternate Diringkus Polisi

Ahdad juga menegaskan bahwa penurunan TKD tidak mengurangi komitmen Bupati dan Wakil Bupati dalam mengalokasikan anggaran yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia meluruskan persepsi publik mengenai belanja pegawai yang sering dianggap hanya untuk ASN. Menurutnya, belanja pegawai juga berfungsi sebagai instrumen fiskal yang memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal.

BACA JUGA  Patung Bung Karno RSUD Morotai Dibongkar

“Lebih dari 2.000 PNS dan seratus lebih PPPK di Morotai yang menerima gaji dan tunjangan membelanjakan 99 persen pendapatannya di pasar lokal. Perputaran uang ini dinikmati petani, pedagang, nelayan, dan pelaku UMKM. Semakin besar perputaran uang di masyarakat, semakin kuat dorongan ekonomi daerah,” terangnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah