DPD RI Soroti Anomali di Balik Pertumbuhan Ekonomi Malut : Kemiskinan dan Potensi Korupsi Juga Tinggi

Ternate, Maluku Utara – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyoroti anomali pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 39 persen pada triwulan III 2025. Namun dibarengi dengan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. Kondisi ini dinilai menunjukkan adanya masalah dalam kebijakan pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan anggota Komite I DPD RI, Hasan Basri, saat Kunjungan Kerja (Kunker) Komite I DPD RI untuk melakukan inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Malut dan sejumlah unsur Forkopimda, berlangsung di Royal Resto, Senin (17/11/2025).

BACA JUGA  Jelang PSU 9 TPS, Bupati Taliabu Aliong Mus Tekankan Ini ke ASN dan Kades

“Maluku Utara ini pertumbuhan ekonominya sangat tinggi, mencapai 39 persen, tertinggi di Indonesia dan melampaui capaian nasional. Namun, KPK baru saja merilis Indeks SPI, dan potensi kecenderungan korupsi juga paling tinggi di Maluku Utara,” ujar Hasan.

Ia menambahkan bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut tidak sejalan dengan pemerataan kesejahteraan. Distribusi hasil pembangunan dianggap tidak sampai ke masyarakat, sehingga tingkat kemiskinan tetap tinggi.

BACA JUGA  Nyawa Murah di Kawasan Nikel IWIP Maluku Utara: Ratusan Kecelakaan Kerja, Puluhan Buruh Tewas

“Ketika pertumbuhan ekonomi tinggi dan kekayaan alam besar, tetapi kemiskinan meningkat dan potensi korupsi juga tinggi, berarti ada problem dalam kebijakan yang dijalankan,” tegasnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah