Ketua Komisi III DPRD Malut ‘Warning’ Proyek Swakelola Bisa Molor

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya sektor-sektor PAD didorong untuk meningkat seiring dengan adanya pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD). Merlisa menilai pentingnya koordinasi lintas daerah untuk optimalisasi pemungutan dan distribusi.

“Prinsipnya, kami di DPRD ingin menyoroti anggaran ini, namun sangat kecil, dan juga hanya anggaran normatif,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Ternate ini menyerukan kepada Dishub untuk meningkatkan retribusi dari sektor pelabuhan dan terminal, yang dinilai berpotensi menyumbangkan PAD lebih signifikan.

BACA JUGA  Kadis DLH Sebut Tak Ada Galian C di Ternate, Komisi III : Di Lapangan Berbeda

Selain itu, berbicara mengenai Biro BPBJ, Merlisa merincikan bahwa anggarannya awalnya sebesar Rp 7 miliar, namun telah dipangkas hingga tersisa Rp 3 miliar. Ia juga mengingatkan pentingnya proses e-katalog dan e-processing yang berhubungan dengan serapan anggaran.

“Meskipun BPBJ telah menyelesaikan tender 100 persen, faktanya penyerapan masih sangat minim. Masalah terletak pada e-katalog, sehingga harus dilakukan tender ulang pada bulan September lalu,” tegasnya.

BACA JUGA  Setelah Ikbal dan Kuntu, Giliran Bendahara DPRD Malut Diperiksa Jaksa
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah