Agung juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan DLH untuk menjajaki kemungkinan kolaborasi dalam pembersihan lingkungan. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan atau aksi nyata dari instansi terkait.
Sebagai bentuk kepedulian, pemuda dan nelayan setempat berinisiatif membuat tempat sampah sendiri menggunakan dana hasil patungan. Tong-tong sampah tersebut ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengurangi volume sampah yang menumpuk di bawah rumah warga.
“Inisiatif ini merupakan bentuk kesadaran dan tanggung jawab kami terhadap lingkungan. Tapi kami tetap berharap pemerintah daerah, khususnya DLH, segera turun tangan untuk melakukan penanganan jangka panjang,” tandas Agung.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar masalah sampah ini bisa ditangani secara sistematis melalui pengelolaan dan pembersihan yang lebih efektif. (Mg01/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!