Walau menekan lini pertahanan Malut United, The Guardian belum mampu menyamai skor hingga babak pertama usai.
Pada babak kedua, Malut United tampil lebih maksimal saat beberapa pemain pengganti masuk, seperti Abduh Lestaluhu dan Frets Butuan. Serangan Malut United terus massif.
Meski begitu, tuan rumah tak menyerah. Mereka tak mau malu di kandang sendiri. Sesekali mereka menusuk benteng pertahanan Malut United, akan tetapi belum bisa menciptakan peluang gol.
Hingga menit-menit akhir laga antara Laskar Kie Raha dan The Guardian hanya bisa berbagi angka statistik tembakan ke gawang, serangan menakutkan namun tak berubah papan skor. Itu sebabnya, hingga laga usai skor hanya 0-1 untuk kemenangan Malut United atas Bhayangkara FC.
Atas keberhasilan menaklukan tuan rumah The Guardian, Malut United mendapat tiga poin dan naik ke posisi 3 klasemen sementara BRI Super League dengan mengoleksi 11 poin, sama dengan Persija Jakarta yang berada di urutan ke 2 klasemen.
Sedangkan Bhayangkara FC, tertahan di posisi 9 papan klasmen sementara BRI Super League dengan koleksi 8 poin. Sementara di puncak klasemen sementara ada Borneo FC dengan koleksi 15 poin.
Kemenangan 0-1 bagi Malut United atas The Guardian ini menjadi momen yang patut dicatat mengingat Malut United mampu mengalahkan The Guardian di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung. (Riv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!