“Bermarkas di Tidore dan menggunakan Stadion Marimoi sebagai rumah pembinaan, EPA Malut United kini perlahan menjelma menjadi simbol kebangkitan sepak bola muda Maluku Utara. Musim ini mereka tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga menghadirkan keyakinan bahwa daerah di timur Indonesia mampu melahirkan generasi pemain dengan mentalitas kompetitif di level nasional“
Haliyora.id, Sport – Sepak bola usia muda Maluku Utara tengah memasuki fase penting. Bukan sekadar soal trofi, tetapi tentang lahirnya identitas, karakter, dan mentalitas baru yang kini mulai diperlihatkan oleh EPA Malut United U-18 dan Malut United U-20 di panggung nasional.
Musim EPA Super League 2025/2026 menjadi momentum bersejarah bagi Malut United Junior. Tim U-18 tampil sebagai juara, sementara skuad U-20 menutup kompetisi dengan status runner-up. Dua pencapaian itu bukan hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dari keberanian menghadapi tekanan hingga kemampuan menjaga identitas permainan.
Di final EPA U-18 Super League 2025/2026, Malut United menunjukkan sesuatu yang jarang dimiliki tim muda: ketenangan dalam situasi paling menegangkan. Menghadapi Persija Jakarta di partai puncak, Minggu (17/5/2026), skuad muda Laskar Kie Raha mampu bertahan di bawah tekanan sebelum akhirnya memenangi drama adu penalti.
Tekanan suporter lawan di belakang gawang tak menggoyahkan fokus para pemain muda asal Maluku Utara. Tiga algojo Malut United sukses menjalankan tugasnya, sementara penjaga gawang Erlangga Dwi Putra tampil sebagai pembeda setelah menggagalkan tiga eksekusi penalti pemain Persija.
Pelatih EPA U-18 Malut United, Talaohu Abdul Musafri, menyebut kemenangan itu lahir dari kekuatan karakter yang dibangun sepanjang musim.
“Alhamdulillah para pemain bisa tenang dan fokus hingga akhir. Mereka mampu menunjukkan mentalitas dan karakter,” kata Musafri seusai laga final di Lapangan Garudayaksa Football Academy.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi gelar pertama dalam sejarah EPA Malut United. Namun lebih dari itu, kemenangan atas Persija yang dinobatkan sebagai akademi terbaik musim ini menjadi simbol bahwa sepak bola Maluku Utara kini mulai berbicara di level elite pembinaan usia muda Indonesia.
Direktur EPA Malut United, Hengky Oba, menilai pencapaian tim U-18 dan U-20 merupakan bukti kualitas pemain muda Maluku Utara mampu bersaing dengan akademi besar nasional.
“Pencapaian tim U18 dan U20 adalah suatu kebanggaan. Para pemain bisa mengimbangi dan mengalahkan Persija yang dinobatkan sebagai akademi terbaik musim ini,” ujar Hengky.
Kesuksesan itu mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, yang akrab disapa Ayah Erik. Saat menerima kedatangan skuad EPA Malut United di Kantor Wali Kota Tidore, Selasa (19/5/2026), ia menilai keberhasilan tersebut sebagai kebanggaan baru bagi masyarakat Maluku Utara.
“Selamat kepada EPA Malut United karena pencapaian yang menjadi kebahagiaan dan kebanggaan Maluku Utara. Perjuangan di final membuktikan bahwa mentalitas dan kepercayaan diri menjadi poin penting dalam meraih keberhasilan,” kata Muhammad Sinen.
Menurutnya, keberhasilan Malut United U-18 tidak hanya lahir dari kualitas teknis, tetapi juga kesungguhan para pemain dalam membawa nama daerah.
“Pemain sudah menunjukkan ketangguhan mentalitas di final. Kunci lain dalam keberhasilan adalah niat yang tulus untuk menjaga nama baik Maluku Utara,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola selalu dibangun melalui kebersamaan.
“Kebersamaan menjadi salah satu kunci dalam sepak bola. Perlu disadari bahwa tim bisa berhasil karena peran pelatih, pemain, dan semua ofisial,” ujarnya. (Riv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!