Aty menambahkan bahwa fluktuasi kuota kerap terjadi, dan bila terjadi kekurangan di suatu desa, pihaknya akan merekomendasikan penyaluran tambahan dari pangkalan lain.
“Walaupun kuota berasal dari pangkalan B, bisa saja kami arahkan untuk distribusi di wilayah pangkalan A jika ada kekurangan,” jelasnya.
Berdasarkan informasi warga, terdapat tujuh desa di Morotai Jaya yang belum menerima penyaluran BBMT. Ketika dikonfirmasi, Aty menampik hal tersebut dan mengaku belum menerima laporan resmi dari pengecer maupun pangkalan terkait kelangkaan tersebut.
Mengenai distribusi pada tanggal 9 September yang menjadi sorotan warga, Aty mengaku pihaknya masih melakukan konfirmasi ke pangkalan terkait.
“Pada tanggal 9 memang ada 10 ton BBMT masuk melalui pangkalan Muhammad Reja. Tapi kami masih dalami distribusinya ke lapangan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Disperindagkop Pulau Morotai, Syamsul Bahri Radjab, menjelaskan bahwa kuota BBMT secara total tidak pernah bertambah, yang bertambah hanyalah jumlah KK di tiap desa.
“Kami minta kepala desa dan pengecer menyesuaikan data KK agar distribusi bisa merata. Kalau tetap memaksakan 7 liter per KK, maka tidak semua warga kebagian,” jelasnya. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!