Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang sangat signifikan itu juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait tingginya ketergantungan pada sektor pertambangan, potensi risiko lingkungan, dan masih adanya kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Melalui forum ini, Kanwil DJPb menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan standar pelayanan publik, memperkuat sinergi lintas sektor, dan menghadirkan layanan yang adaptif, transparan, serta berdampak nyata bagi masyarakat Maluku Utara,” tutupnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!