Halsel, Haliyora
Kasus pemukulan siswa yang melibatkan oknum kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri I (MAN I) Halsel Adhari A. Karim dengan cepat ditangani Polsek Pulau Makian.
Sebelumnya, Adhari A. Karim dilaporkan ke Polsek Pulau Makian oleh Kisman, atas dugaan tindakan pemukulan kepada siswa MAN I atas nama Nurlan Kobu-kobu (ponakan Kisman) saat upacara hari Senin, tanggal 19 Oktober 2020.
Usai menerima laporan tersebut, tak menunggu lama, Kapolsek Pulau Makian, Ipda. Sukraen H. Nadar langsung menindaklanjuti laporan itu. Hasilnya, pada Rabu (21/10/2020) Kapolsek menghadirkan pelapor atas nama Kisman Safrudin dan terlapor Adhari A. Karim ke kantornya untuk menyelesaikan kasus terseut.
Hal ini dijelaskan Kapolsek Pulau Makian Ipda. Sukraen H. Nadar kepada Haliyora via whatsapp, Rabu (21/10/2020). Kapolsek membenarkan pihaknya telah menghadirkan pelapor dan terlapor untuk menyelesaikan kasus pemukulan siswa di MAN I Halsel.
“Iya, jadi tadi (Rabu kemarin, red) Kepsek MAN I Adhari A. Karim dan saudara Kisman Safrudin mewakili pihak keluarga siswa, hadir di Kantor dan telah melakukan penyelesain secara kekeluargaan dengan mengganti biaya pengobatan ananda Nurlam, Siswa MAN 1 Halsel,” ujar Sukraen.
Kata Kapolsek, kesepakatan damai antara pelapor dan terlapor dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua pihak dan Kapolsek sebagai saksi.
Sementara, saat dikonfirmasi Haliyora, Rabu (21/10/2020) Kisman membenarkan kasus pemukulan Nurlan, ponakannya oleh kepsek MAN I Halsel telah diselesaikan secara damai dan kekeluargaan di kantor Kepolisian Sektor Pulau Makian.
“Kami sudah selesaikan secara kekeluargaan dan buat surat pernyataan damai di depan kapolsek. Kepsek telah minta maaf atas perbuatannya dan berjanji tidak akan ulangi perbuatannya. Kami berharap pihak sekolah tidak lagi buat onar atau gaduh memukul siswa sampai babak belur begitu. Kejadian semacam ini tidak boleh terulang lagi,”ujar Kisman.
Terpisah, Kepala sekolah MAN I Halsel di desa Daori, Adhari A. Karim, saat dihubungi Haliyora via telepon, Kamis (22/10/2020) kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas perbuatannya.
“Saya tidak lagi mengulangi tindakan kekerasan kepada siswa dengan cara memukul mereka,”janji Adhari. (Asbar-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!