Kebijakan DLH Bikin Limbah Medis Mengendap, Dinkes Ternate Bingung

Ia menyayangkan keputusan DLH yang dinilai tidak disertai dengan solusi alternatif. Amrul juga mengkhawatirkan kondisi insinerator jika dibiarkan tidak beroperasi dalam waktu lama, karena berpotensi mengalami kerusakan.

Menurutnya, dalam kondisi normal, pengangkutan limbah medis dilakukan setiap dua hingga tiga hari di rumah sakit, dan satu minggu sekali di puskesmas. Namun, skema tersebut kini terhenti total akibat penghentian pengoperasian insinerator.

BACA JUGA  Pemkot Ternate Diminta Tambah Alokasi Anggaran Dukung Pemekaran 2 Kelurahan

Di sisi lain, kendaraan operasional pengangkut limbah medis milik Dinkes juga mengalami kerusakan. Akibatnya, petugas terpaksa menggunakan mobil bak terbuka (open cap) yang ditutup dengan terpal sebagai alternatif pengangkutan.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah