“Selama ini biaya operasional masih ditanggung melalui sistem iuran. Beberapa rumah sakit menyumbang sekitar Rp14 juta per bulan yang digunakan untuk honor petugas dan pembelian BBM,” jelas Amrul.
Namun, ia menyebutkan bahwa pembayaran honor petugas tidak berjalan lancar. Dari delapan bulan masa kerja, honor baru dibayarkan untuk lima bulan pada Agustus ini. “Tiga bulan sisanya belum dibayar,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai alasan penutupan insinerator, Kepala DLH Kota Ternate, M. Syafei, menyatakan belum dapat memberikan keterangan. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!