Ia mengusulkan agar jalur tol laut direvisi agar lebih efisien. “Idealnya, rute tol laut diubah menjadi dari Weda langsung ke Morotai. Dengan begitu, kontainer-kontainer kosong bisa segera masuk dan mempercepat ekspor, sehingga harga ikan tuna kembali stabil,” jelasnya.
Jhon juga mengaku telah berkoordinasi dengan PT Harta Samudra terkait rendahnya harga beli ikan tuna. Menurutnya, perusahaan tersebut mengalami keterlambatan ekspor akibat kendala logistik.
“Hingga saat ini, ada sekitar 12 kontainer berisi ikan tuna dari tahun 2024 yang masih tertahan di fasilitas PT Harta Samudra. Ini salah satu faktor utama yang menekan harga ikan,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa solusi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. “Pihak perusahaan jangan hanya mengandalkan pemda untuk menyediakan fasilitas tol laut. Mereka juga harus proaktif menjalin kerja sama dengan perusahaan pelayaran lainnya agar ekspor ikan bisa lancar,” tegasnya.
Meskipun distribusi terbatas, Jhon meminta perusahaan tetap menjaga konsistensi harga. “Walaupun daya tampung maksimal, perusahaan harus menjaga harga tetap stabil. Jangan sampai harga ikan diturunkan drastis yang berdampak pada kesejahteraan nelayan,” imbuhnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!