Vietnam menjadi negara tujuan ekspor terbesar bagi produk perikanan Maluku Utara, terutama ikan tuna dalam bentuk loin dengan total ekspor mencapai 527 ton, yang dikirim ke Vietnam dan Thailand, serta kepiting yang diekspor ke Singapura.
Selain Vietnam, Thailand juga menjadi tujuan ekspor ikan tuna sebesar 53 ton. Singapura menerima kepiting bakau dan udang ronggeng hidup sekitar 6 ton. Korea Selatan tak kalah penting sebagai mitra dengan ekspor ikan ayam-ayam, julung-julung, tuna, udang vannamei, dan cumi-cumi dengan volume mencapai 42 kilogram meskipun masih dalam skala kecil.
BKHIT mencatat, fluktuasi kuantitas ekspor memang biasa terjadi akibat faktor ekonomi global, musim, serta standar kualitas yang perlu terus ditingkatkan terutama di sektor hulu.
Pada triwulan pertama tahun 2025, volume ekspor mencapai 322.543 kg dengan nilai Rp 43,93 miliar. Meski ada penurunan volume dan nilai pada triwulan kedua menjadi 264.086 kg dan Rp34,51 miliar, frekuensi pengiriman justru meningkat secara signifikan dari 21 kali menjadi 62 kali. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!