Meski belum menunjukkan lonjakan signifikan, kestabilan ekspor ini dinilai sebagai indikator positif dalam menjaga keberlangsungan ekonomi daerah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Ia menambahkan, kegiatan ekspor yang berjalan konsisten ini diharapkan dapat terus menjadi penopang ekonomi Maluku Utara dan membuka peluang pengembangan sektor perikanan secara berkelanjutan kedepannya.
Berdasarkan data BKHIT, jumlah ekspor ikan hidup dari Maluku Utara semester I 2025 mencapai 14.273 ekor, menurun dibanding semester satu (I) tahun 2024 sebanyak 15.683 ekor. Sementara volume ikan non-hidup semester satu 2025 mencapai 331.853,084 kilogram. Jumlah ini meningkat dibanding periode yang sama di tahun 2024 yaitu sebanyak 1.935.263 kilogram.
Secara keseluruhan, ekspor hasil kelautan dan perikanan Maluku Utara pada semester pertama tahun ini mencapai total volume 586.629 kilogram, atau sekitar 586 ton. Nilainya mencapai Rp 77,45 miliar. Angka ini menjadi pencapaian signifikan yang mengangkat posisi Maluku Utara di pasar regional dan internasional.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!