Sofifi, Maluku Utara – Massa aksi yang menghadang aksi demonstrasi Majelis Rakyat Tidore di kantor Gubernur, Rabu (23/7/2025), rupanya bukan Aliansi Majelis Rakyat Sofifi (Markas). Terjadinya insiden ini dipicu oleh pemukulan seorang wanita oleh anggota Majelis Rakyat Tidore di Jalan 40 Sofifi. Selain itu, tindakan Majelis Rakyat Tidore yang mendatangi rumah kepala Desa Balbar juga memicu ketegangan.
Arifin Malagapi, orang tua korban yang mengalami pemukulan, bersama dengan keluarganya bertemu dengan Kapolresta Tidore Kombes Pol. Heru Budiharto.
Ia menjelaskan bahwa mereka yang tergabung dalam aksi penghadangan Majelis Rakyat Tidore tidak bermaksud untuk mendukung pemekaran daerah otonomi baru (DOB). Mereka merasa terpanggil secara moral untuk menanggapi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Majelis Rakyat Tidore.
“Kami datang kesini atas keterpanggilan moral. Soal urusan DOB itu persoalan kedua, tapi bagaimana persoalan pemukulan yang dilakukan oleh Majelis Rakyat Tidore, dan ada bukti video terkait kasus tersebut. Kami meminta agar pihak kepolisian dapat memproses pelaku pemukulan,” ungkap Arifin.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!