Ia menambahkan bahwa seharusnya kehadiran Majelis Rakyat Tidore untuk menyampaikan aspirasi tidak menjadi masalah, namun tindakan pemukulan tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Arifin juga mengkritik pihak kepolisian saat pengamanan aksi demonstrasi. “Kami menyesali sikap kepolisian, seharusnya sudah ada pengamanan ketika massa aksi dari Tidore yang datang membawa parang harus sudah diantisipasi sejak sampai di Sofifi,” tutup Arifin.
Sementara Kapolresta Tidore, AKBP Heru Budiharto, merespons pernyataan Arifin dan meminta agar bukti video terkait pemukulan segera dikirimkan kepadanya. “Kalau ada videonya, segera kirim ke saya, agar kami dari pihak keamanan dapat memproses,” kata Heru. (RFJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!