Menurut Willem, kehadiran mereka menjadi bagian dari langkah strategis tim Laskar Kie Raha dalam membangun skuad untuk menghadapi musim yang lebih menantang
Manajemen Malut United menilai bergabungnya Abduh, Lauhin, Riyan, dan Angga akan meningkatkan kekuatan Laskar Kie Raha dalam menjalani musim kedua di kompetisi tertinggi sepak bola tanah Air.
“Keempat pemain tersebut jelas menambah opsi untuk kedalaman skuad Malut United di musim yang akan datang,” kata Willem D. Nanlohy atau yang akrab disapa Pak Don.
Bagi Lauhin dan Abduh, bergabung dengan Malut United sama halnya seperti pulang kampung. Mereka adalah putra daerah Maluku Utara dan Maluku.
Jejak karir kedua pemain asli Maluku Utara dan Maluku itu cukup mentereng. Abduh Lestaluhu adalah pemain kelahiran Ambon, Maluku, 16 Oktober 1993. Namun, sejak 1999 ia pindah ke Ternate, Maluku Utara, dan tumbuh besar di Bumi Kie Raha. Bek kiri yang memiliki 14 caps bersama timnas Indonesia itu mengawali karirnya dengan menimba ilmu di Uruguay bersama akademi Sociedad Anonima Deportiva (SAD) Indonesia.
Setelah itu, Abduh banyak memperkuat klub besar Tanah Air. Mulai dari Persis Solo, Persija Jakarta, PS TNI, Persikabo 1973, Bali United, dan PSS Sleman. Hingga akhirnya Ia berkesempatan membela klub tempat dia berasal.
“Saya tumbuh dan besar di Maluku Utara. Sejak 1999, keluarga saya sudah berada di Ternate. Bergabung dengan Malut United rasanya seperti kembali ke rumah,” ujar Abduh kepada Haliyora.id.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!