Ia menambahkan, terkait izin pembangunan perlu di perhatikan oleh pemerintah, karena ada beberapa cagar budaya seperti Masjid Kesultanan atau Sigi Lamo. Jika ada pembangunan di sekitarnya maka tentu mengganggu estetika.
“Makanya Dinas PUPR harus turun di lokasi untuk mengawasi pembangunan yang ada di sekitar masjid tersebut, terutama di arah utara yang sementara dalam proses pembangunan,” tegas Syaiful.
Meski demikian, ia juga mengaku tidak tahu menahu terkait izin bangunan yang nantinya dibangun itu memiliki konstruksi berapa lantai. Kata dia, jika terlalu menjulang maka sudah pasti berpengaruh terhadap estetika masjid bersejarah itu.
Selain itu, kata Syaiful, ada juga pembangunan gedung atau Dealer yang lumayan tinggi dan pas bersebelahan dengan Masjid Fathil Huda, di Tobeleu. Ini juga perlu ada perhatian khusus dari pemerintah kota, karena masjid ini juga bagian dari tempat ibadah yang bersejarah di Kota Ternate.
“Jadi dua mesjid ini itu bagian dari cagar budaya, makanya perlu dilestarikan. Tapi hari ini kita bisa lihat sendiri pembangunan yang ada di sekitar masjid-masjid ini sudah sangat tinggi-tinggi dan mengganggu estetika masjid, maupun nilai sejarahnya,” singgungnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!