Sudah Rusak Mahal Pula Lagi, Pemkot Ternate Diminta Tinjau Ulang Biaya Sewa Lapak Pedagang

Farijal juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai banyak fasilitas di pasar yang sudah mengalami kerusakan akibat kurangnya perhatian dari Pemkot Ternate. Keadaan ini, lanjutnya, berdampak pada minat pengunjung untuk datang ke Pasar pakaian.

“Di pasar Kie Raha, berdasarkan pengamatan kami, pedagang merasa tidak terjangkau oleh pembeli, sehingga sangat sepi. Ini disebabkan oleh akses jalan yang sudah tidak memungkinkan karena dipenuhi dengan pedagang yang tidak teratur,” ujarnya.

BACA JUGA  Transaksi Miras Ilegal di Ternate, Satu Pelaku Diciduk Polisi

Ia menambahkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di Pasar Higienis, di mana fasilitas bangunan, termasuk atap dan lainnya, berada dalam keadaan parah. “Kondisi seperti ini jelas berdampak pada kunjungan pembeli ke lantai dua Pasar Higienis. Hal yang sama juga berlaku untuk pasar pakaian lainnya,” ungkap Farijal.

Mengenai kawasan kuliner di Pandara Kananga, Farijal menyebutkan beberapa pedagang yang mengeluhkan sepinya pengunjung. Hal ini membuat mereka merasa terbebani dengan biaya sewa lapak bulanan sebesar Rp 800 ribu. “Kami telah melakukan pemantauan langsung, dan memang sangat sepi pengunjung. Bahkan, ada pedagang yang sehari-hari tidak mendapatkan pengunjung sama sekali. Ini disebabkan oleh menu yang ditawarkan di kawasan kuliner Pandara Kananga, yang juga tersedia di berbagai tempat lain di kota Ternate,” sambungnya.

BACA JUGA  Sekkot Ternate : Permasalahan Bak Penampungan Air di Tobololo Dituntaskan Tahun Ini
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah