Akademisi Unkhair : Kopdes Merah Putih Jangan Sekedar Kejar Target, tapi Jadikan Soko Guru Ekonomi Desa

Tapi, sialnya, kata dosen ekonomi itu, Dinas Koperasi bergerak sebagai penguasa yang menginisiasi usaha. Akibatnya, budaya birokrasi yang dikirim ke desa oleh aparatur koperasi yang lebih menonjolkan diri sebagai penguasa, daripada sebagai soko guru ekonomi desa, sehingga koperasi dibentuk bukan untuk memenuhi upaya penguatan ekonomi desa. Tapi menjadi syarat target pembentukan yang ditetapkan pemerintah pusat.

BACA JUGA  Polres Sula Bentrok dengan Demonstran, Ternyata Ini

“Jika gubernur, bupati dan wali kota cerdas, harusnya membentuk tim dari kelompok entrepreneur yang menginisiasi bersama masyarakat desa, agar pembentukan koperasi menjadi roh desa bagi upaya penguatan ekonomi desa, bukan sekedar administrasi pembentukan, tapi apa yang akan dibuat oleh setiap desa dalam menjalankan bisnis di desa berdasarkan kebutuhan desa,” jelasnya.

BACA JUGA  Pasien dari Moti Dirujuk ke Ternate Pakai Pajeko, Keberadaan Ambulans Laut Jadi Tanda Tanya

Oleh karena itu, menurutnya, untuk menemukan karakter bisnis desa, dibutuhkan pendalaman bersama masyarakat desa dalam memilih usaha desa yang tepat dengan melibatkan masyarakat sebagai pemodal, pengelola, dan pengembangan usaha, yang dirumuskan bersama masyarakat desa. “Bukan mengatur desa dari Sofifi lalu meminta syarat administratif pembentukan koperasi,” tegasnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah